BURUNG PUTER PAPUA
![]() |
| (sumber : xan-mediainformasi.blogspot.co.id) |
![]() |
| (sumber : xan-mediainformasi.blogspot.co.id) |
![]() |
| (sumber : xan-mediainformasi.blogspot.co.id) |
![]() |
| (sumber : xan-mediainformasi.blogspot.co.id |
Burung
Puter (Streptopelia Bitorquata) adalah spesies
burung dalam keluarga Columbidae
(Merpati-Merpatian). Jenis ini memiliki
distribusi yang tidak merata, di jumpai di Filipina dan Kepulauan Indonesia seperti
Sumatera, Jawa hingga Papua. Salah satu hasil dari budidaya burung puter yang ada di Papua khususnya kota merauke cukup banyak dan tidak kalah dengan daerah yang lainnya.
BENTUK
Ciri yang paling
mudah dikenal dari puter adalah
adanya kalung hitam putih pada bagian lehernya.
Tubuh berukuran sedang (30 cm). Ekor panjang. Tubuh warna coklat
kemerah-jambuan. Mirip Tekukur/Derkuku, perbedaan antara tekukur/derkuku biasa
dengan burung puter adalah warna kepala lebih abu-abu.
Bercak hitam pada sisi leher bertepi putih. Tidak berbintik putih. Bagian
tengah membujur bulu ekor berwarna coklat. Kedua sisi bulu ekor abu-abu dengan
tepi agak putih. Iris jingga, paruh hitam dengan pangkal merah, kaki merah
keunguan.
WARNA
Awalnya puter hanya 2 jenis yang
dikenal, yaitu burung puter putih,
warna putih mulus (white color) dan puter coklat, warna coklat muda (blond color). Kemudian
didatangkan African Collared Dove dan disilangkan dengan burung puter (ringneck dove).
Hasil dari persilangan ini menghasilkan burung puter berwarna coklat yg lebih
gelap/coklat tua, yg kemudian diberi nama wild color.
MAKANAN
Burung puter rajin bersuara, dan
suara khas ini membuat burung ini juga banyak di pelihara oleh masyarakat. Disamping
itu harganya cukup terjangkau, makanan sehari-hari burung ini senang dengan
bentuk biji-bijian seperti beras merah, jagung dan kacang hijau. Meski dengan pakan yang minimalis namun
burung tetap rajin bersuara.




Komentar
Posting Komentar